
Apa sih yang dimaksud dengan hiperparatiroid? Terdengar asing ya tapi kelainan ini cukup banyak penderitanya, hiperparatiroid adalah gangguan pada kelenjar paratiroid yang menyebabkan kadar hormon paratiroid meningkat dalam darah. Hal ini berimbas pada meningkatnya kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
Hiperparatiroid menyebabkan pengikisan tulang bertambah cepat sehingga muncul penyakit yang disebut osteoporosis atau pengeroposan tulang. Tanda lain dari hiperparatiroid adalah penumpukan kalsium pada ginjal, otot otot melemah, mual, muntah, nyeri perut dan pusing.
Hiperparatiroid bisa karena adanya gangguan pada kelenjar paratiroid berupa pembesaran satu atau lebih kelenjar paratiroid (hiperplastik) sehingga aktivitas kelenjar menjadi overaktif dan memproduksi hormon secara berlebihan. Hiperparatiroid yang seperti ini disebut dengan hiperparatiroid primer.
Sedangkan hiperparatiroid sekunder terjadi bila kelenjar paratiroid berfungsi normal namun karena adanya kegagalan pada ginjal sehingga tubuh resisten terhadap aktivitas hormon paratiroid.

Share
Segeralah bangkit dari tempat duduk karena duduk terlalu lama dapat memperpendek usia. Serem ya, tapi itulah yang dihasilkan oleh suatu studi terakhir yang dilakukan oleh peneliti dari Brasil.
Penelitian ini menganalisa data dari 54 negara yakni hubungan antara duduk yang lebih dari 3 jam setiap hari dengan 3,8% kematian yang terjadi.
Mengurangi waktu duduk menjadi kurang dari 3 jam setiap hari dapat meningkatkan harapan hidup sampai rata rata 0,2 tahun atau lebih dari dua bulan, demikian menurut hasil penelitian ini.
Penelitian ini kembali menegaskan bahwa duduk terlalu lama dapat membahayakan kesehatan meskipun orang tersebut rajin berolahraga.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine ini juga menarik kesimpulan, pengurangan 10% dari waktu duduk (misalnya pengurangan 30 menit dari total waktu duduk setiap hari), sudah memberikan dampak yang segera bagi tubuh.
Menurut Leandro Rezende, sang peneliti dari University of Sao Paulo School of Medicine, di Brasil, meskipun banyak studi yang telah menyebutkan bahayanya duduk yang terlalu lama namun sangat sulit untuk mengubah perilaku masyarakat terutama masyarakat perkotaan.

Share